Air Mata Bangga untuk Guru Honorer

by Setya Dewanta on November 25, 2011

Gaji mu sangat tidak pantas disebut Gaji ; 300-500rb perbulan. Gaji mu sangat kecil, habis untuk 5 hari. Tugas mu sangat berat, mencerdaskan bangsa. Setiap pagi bertanya kepada murid-murid mu yang manis, apakah sudah sarapan ? Dan jawaban-jawaban lugu dari mereka membuat diri mu harus tetap tersenyum walau menahan perih perut yang lapar.

Mengajarkan penuh semangat untuk saling mengerti, sementara perasaan pedih karena merasa nasib mu tidak ada yang mau mengerti.

Mengajarkan untuk saling mengasihi, sementara orang-orang mempermainkan mu tanpa belas kasih.

Mengajarkan untuk selalu menyongsong hari esok, sementara kau tidak tahu bagaimana agar bisa tetap makan esok hari.

Mengajarkan pentingnya sebuah keyakinan, sementara kau berjuang keras agar tidak kehilangan keyakinan atas apa yang sedang kau jalani.

Mengajarkan pentingnya kepedulian, sementara kau merasa tidak ada yang mau peduli.

Gaji mu yang imut itu harus dengan sangat hati-hati disisihkan dari dana BOS, karena selalu diincar oleh LSM dan Wartawan RAKUS (kedua macam golongan manusia ini selalu saya sebut dengan kata: “NAUDZUBILLAH MIN DZALIK”) yang sebenarnya hanya mengincar uang perasan dari sekolah.

Guru Honorer

Guru Honorer

Nasib mu selalu menjadi “kepedulian” para politisi, untuk segera dilupakan ketika mereka duduk di kursi.

Tubuh kecilmu terjebak dalam pertarungan-pertarungan pejabat pengeruk uang, yang membuat mu terombang ambing dalam kondisi.

Tapi, kau harus tetap tegar !
Kau harus tetap peduli !
Kau harus tetap mengerti !

Mengerti bahwa tempat mu adalah di kelas. Percuma kau demo didepan gedung-gedung besar yang berisi orang-orang ANGKUH. Karena MEREKA TIDAK AKAN MAU PEDULI.

Percayalah pada satu hal: TUHAN TIDAK AKAN PERNAH TIDUR.

Di Hari Guru ini, seorang pejabat tertinggi negara sedang berfoya-foya menghamburkan uang untuk pesta pernikahan yang bergelimang harta. Sementara kau hanya bisa menonton “Royal Wedding” dengan hati yang getir dari depan televisi.

Biarkanlah mereka-mereka bergelimang harta, karena nantinya mereka akan iri dengan mu yang bergelimang kemuliaan.

Ada pepatah yang diambil dari film “Kung Fu Chef” : “Ketika surga merencanakan seseorang untuk menjadi orang yang besar, maka orang tersebut akan diperlakukan dalam kondisi yang getir, perut yang lapar, dan hati yang pedih.”

TUHAN TIDAK PERNAH TIDUR. Bertahanlah dalam kemuliaanmu. Bertahanlah dalam keteguhanmu. Bertahanlah dalam keyakinanmu.

Diantara perut yang perih, perasaan yang getir, SELAMAT HARI GURU !

{ 10 comments… read them below or add one }

Joko A. Widhi November 25, 2011 pukul 5:56 am

Nice… thank’s for sharing each other for this :)

Balas

Noviku10 November 25, 2011 pukul 6:14 am

Selamat Hari Guru Ya :D

Balas

Joko A. Widhi November 25, 2011 pukul 7:10 am

hahaha.. makasih mastah udah mampir ke blog saya..

Balas

Uncle sam November 25, 2011 pukul 9:52 am

Luar biasa … kalimat.. demi kalimat saya baca …
sangat menyentuh kalbu..

“SELAMAT HARI GURU ”
Semoga sukses selalu …..

Balas

Joko A. Widhi November 25, 2011 pukul 10:00 am

Terima Kasih buat kunjungannya..

Balas

Agus Munawar November 26, 2011 pukul 3:01 am

terharu.

Balas

fadly November 30, 2011 pukul 5:16 am

Guru tetap jadi orang tua kedua yang wajib banggakan.

Balas

guardianarmy November 30, 2011 pukul 5:54 am

eh ada mastah mampir :D

Balas

Antonius Thofilus Adang Desember 16, 2011 pukul 3:25 pm

yang penting bagi seorang guru adalah mengabdi soal honor atau PNS biar jadi urusannya TUHAN….Amin..

Balas

Radang April 13, 2012 pukul 1:54 pm

Wah patut di bagikan nih….

Balas

Leave a Comment

Previous post:

Next post: